Semenjak awal tahun 2020 kita disibukkan menghadapi pandemi covid-19. Banyak pola dan tatanan kehidupan yang berubah. Mulai dari kegiatan ritual peribatan sampai dengan aktifitas sehari-hari. Lamanya pandemi ini membuat banyak kalangan memunculkan prediksi kapan pandemi ini berakhir. Diantara prediksi akhir pandemi yang muncul yakni ketika terbitnya bintang Tsuroyya. Prediksi ini muncul berdasarkan pembacaan terhadap hadist yang menjelaskan tentang 'ahah. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana prediksi akhir pandemi covid-19 ini dilihat dari pemahaman hadist yang komprehenship serta kondisi yang melatar belakangi turunya hadist tersebut. Selain itu, karena yang dijadikan petunjuk adalah bintang Tsuroyya, maka prespektif dari ilmu astronomi juga akan diketengahkan. Penelitian ini memakai metode kolaborasi antara library research dan field research. Literatur hadist tentang bintang tsuroyya sebagai akhir akhir 'ahah dikumpulkan, termasuk bagaimana pendapat muhaddist dan sudut pandang astronomi dalam hal ini. Kemudian prediksi tersebut diuji verifikasi dari pandangan astronominya dengan field research. Dari penelitian ini ditemukan bahwa opini yang berkembang secara liar di public tentang akhir pandemi dilihat dari munculnya bintang tsuroyya dari prespektif hadist kurang tepat. Karena maksud dari kata 'ahah dalam hadist lebih merujuk ke hama yang menyerang tanaman, bukan hewan ataupun manusia, sehingga kurang tepat bila diartikan sebagai pandemi. Dari prespektif astronomi, terbitnya bintang tsuroyya ini terjadi pada tanggal 15 Juni 2020. Ini merupakan siklus tahunan yang pasti terjadi. Terbitnya bintang tsuroyya ini menjadi penanda awal musim panen buah kurma di Arab.Keywords : Bintang Tsuroyya, Akhir Pandemi, Prespektif Hadist, Astronomi
Copyrights © 2020