Jintan hitam (Nigella sativa L.) diketahui memiliki kandungan flavanoid yang dapat menangkal radikal bebas karena adanya gugus kromofor (ikatan rangkap terkonjugasi). Gugus kromofor pada falavonoid dalam jintan hitam (Nigella sativa L.) mampu menyerap radiasi sinar UVA dan UVB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan fisik krim tabir surya ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa L) dengan variasi emulgator polisorbat 60 dan sorbitan 60 setelah penyimpanan dipercepat. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) yang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas tabir surya ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) ditentukan dengan mengukur nilai persen transmisi eritema (%Te) dan nilai persen transmisi pigmentasi (%Tp) menggunakan spektrofotometer UV. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) diformulasikan kedalam sediaan krim kemudian di evaluasi sifat fisik sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) masuk kedalam kategori sunblock dengan nilai transmisi eritema sebesar 0,5707% dan nilai transmisi pigmentasi sebesar 0,7074%. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) yang diformulasikan kedalam sediaan krim dengan variasi emulgator polisorbat 60 dan sorbitan 60 setelah penyimpanan dipercepat tidak mengalami perubahan organoleptis, homogenitas dan tipe emulsi. Perubahan terjadi pada viskositas dan pH sediaan krim.
Copyrights © 2020