Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Vol 6, No 1 (2021): Mei

Sufisme dalam Perspektif Alexander Rossken Gibb

Yoka Zulfiqor Zulfiqor (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Aug 2021

Abstract

Dari beberapa pendapat di atas dapatlah diambil suatu gambaran bahwa pemikiran atau hasil gerakan diperoleh dari sebagian pemikir Orientalis telah membuka jalan pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan agama Islam yang sangat bermanfaat. Akan tetapi di sisi lain sebagian pemikir oreintali spemikirannya dapat menimbulkan keragu-raguan terhadapnilai-nilai ajaran Islam sekaligus dapat membawa perpecahan dalam Islam itu sendiri. Rumusan masalah dalam penelitian adalah : a) Apa pengertian tasawuf dalam perspektif  H.A.R. Gibb? b). Darimanakah sumber tasawuf dalam perspektif  H.A.R. Gibb? c) Apa pengertian tarekat dalam perspektif  H.A.R. Gibb? d) Apa saja macam-macam tarekat dan bagaimana ajaran-ajaran yang terdapat dalam tarekat-tarekat tersebut dalam perspektif  H.A.R. Gibb? Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Kualitatif Deskriptif”. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa, pertama: Istilah sufi dalam perspektif H.A.R. Gibb, pada umumnya bertalian dengan pemakaian pakaian dari bulu domba (suf) yang belum dicat, yang merupakan suatu tanda penebusan dosa perseorangan dalam pertapaan Kristen. Pakaian dari bulu domba ini telah menjadi lencana biasa bagi para sufi (sebutan bagi semua ahli mistik dalam Islam).. Kedua: Mengenai sumber sufisme, H.A.R. Gibb mengatakan bahwa dasar-dasar pertapaan dalam Quran sesuai dengan pertapaan kekristenan di Timur. Selain dari Kristen, sufisme juga bersumber dari ajaran-ajaran agama lain, diantaranya; aneka warna sumber dongeng Arab kuno, hikayat-hikayat Kristen, Majusi, dan Budha, bahan-bahan dari Injil dan Haggadah Yahudi, dan semua pelajaran lama dari Siria dan Babilonia.Ketiga: Tarekat dalam perspektif H.A.R. Gibb merupakan pergerakan populer pertama-tama karena pergerakan Sufi jemu akan doktrin kaku dari ahli kalam, dan memudahkan jalan bagi orang yang ingin masuk Islam (karena pendapat umum bahwa "kesederhanaan" Islam dengan sendirinya merupakan daya tarik untuk menyebarluaskan agama Islam)”. Keempat: Macam-macam tarekat dalam perspektif H.A.R. Gibb sangat banyak. Secara garis besar H.A.R Gibb membaginya ke dalam dua bagian, yakni tarekat desa dan tarekat kota. Diantara tarekat-tarekat yang ada, baik dari tarekat kota atau tarekat desa, ada beberapa tarekat yang berlebih-lebihan dalam melakukan ritual yang ada dalam tarekat terkait.  

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

manthiq

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran ...