Seiring dengan perkembangan zaman, manusia akan mengalami perkembangan dari hari ke hari. Ini dapat diartikan bahwa setiap perbuatan manusia akan dipengaruhi oleh setiap pengetahuan yang datang. Jika mereka tidak mampu menilai dan memilah mana yang sesuai dengan ajaran Islam maka akan membawa kepada kesesatan. Selain itu, manusia dituntut untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah agar tidak keluar dari nilai-nilai ajaran agama. Upaya untuk mendekatkan diri ini dinamakan dengan ajaran tasawuf. Dalam tasawuf terdapat nilai-nilai bagaimana manusia berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam tasawuf juga terdapat maqam-maqam dan hal ihwal yang menjadi titik poin dalam tasawuf. Ajaran tasawuf sebagian besar berbicara terkait dengan fana dan baqa, zuhud dan lainnya. Jika mereka mengikuti ajaran dan nilai-nilai dalam tasawuf maka akan membawa kepada kebaikan. Salah seorang sufi yang mencurahkan pemikirannya dalam masalah tasawuf yaitu Junaid al-Baghdadi. Seorang sufi yang berasal dari Baghdad dan sufi yang sangat cerdas serta mendekatkan diri kepada Allah. Masalah dalam penelitian ini adalah: a). Bagaimana tasawuf dalam pandangan Junaid al-Baghdadi? b). Bagaimana Implikasi nilai-nilai tasawuf Junaid al-Baghdadi di Era modern? Metode penelitian dalam tulisan ini adalah library Research atau studi kepustakaan. Kesimpulan dari riset ini adalah Junaid al-Baghdadi adalah seorang sufi yang moderat serta dalam ajaran tasawufnya lebih menekankan kepada syariat. Tasawuf menurut Junaid harus sesuai dan selaras dengan ajaran Islam yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, konsep tauhid Junaid al-Baghdadi berdasarkan kepada kefanaan. Fana disini berarti melenyapkan sifat-sifat duniawi dan menfokuskan kepada sifat-sifat akhirat supaya bisa dekat dengan Tuhan. Tauhid yang dibangun oleh Junaid berupaya untuk mengesakan Tuhan serta harus konsisten untuk mentauhidkan Allah baik dari dahulu sampai sekarang. Tauhid menurutnya berarti mengesakan Allah, hanya Allah yang tidak terbatas serta berbeda dengan makhluk-Nya. tauhid disini berarti pemisahan antara yang qadim dengan yang hudus. Oleh karena itu, pemikiran seperti ini yang mengantarkan Junaid sebagai sufi yang berlandaskan kepada syariat Islam al-Qur’an dan Sunnah. Kata Kunci: Tasawuf, Junaid al-Baghdadi, Kehidupan Modern.
Copyrights © 2020