Abstrak: Pemberian Mahar dan Uang Hantaran pada Pernikahan Adat Suku Rejang Bengkulu Utara (PRESPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA). Proses pemberian mahar dan uang hantaran yang terjadi pada masyarakat suku Rejang, di Bengkulu Utara, khususnya di Desa Perbo adalah mahar dipatok berdasarkan perbedaan suatu kelas atau starata tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep serta latar belakang dalam pemberian mahar dan uang hantaran pada pernikahan adat suku Rejang Bengkulu Utara (prespektif sosiologi agama). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori stratifikasi sosial Max Webber dan Ibnu Khaldun. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data menggunakan reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Konsep dasar mahar dan uang hantaran pada masyarakat suku Rejang Desa Perbo Bengkulu Utara adalah Setelah melalui proses mediak, dilanjutkan dengan musyawarah antara pria dan wanita tentang besaran mahar dan uang hanataran yang diinginkan pihak wanita, kemudian, dilanjutkan dengan acara basen (berasan) dan menentukan tanggal pernikahan. Adapun, latar belakang dan bentuk stratifikasi sosial dalam proses pemberian mahar dan uang hantaran Perbo adalah kekuasaan dan kedudukan keluarga dan faktor pendidikan dan pekerjaan.
Copyrights © 2021