PT. Papertech Indonesia Unit II Magelang adalah sebuah perusahaan yang memproduksi daur ulang kertasdengan bahan baku mix (kertas serat pendek seperti majalah, koran, buku), occ (kertas serat panjang seperti dos,karton) dan bahan tambahan lainya seperti tepung tapioka. Produk utama adalah chip board yang di produksisetiap hari dan selalu ditemukan cacat setiap bulan, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas yang di alamiperusahaan yaitu downgrade. Metode Six Sigma merupakan metode yang digunakan untuk mengukur SigmaQuality Level (SQL) bedasarkan nilai dari Defect per Million Opportunity (DPMO) terhadap proses produksikertas chip board. Metode (FMEA) digunakan untuk usulan perbaikan diprioritaskan berdasarkan nilai RiskPriority Number (RPN) terbesar. Berdasarkan hasil analisis penelitian terdapat 7 kecacatan yang timbul diperusahaan yaitu: Oil Drops 73.431 Kg, Torn 86.528 Kg, Dirty 102.109 Kg, Creasing 94.814 Kg, Size Veriation211.992 Kg, Foreign Contamination 189.863 Kg, dan Wet Paper 70.718 Kg dengan total cacat 829.455 Kg.Dari hasil perhitungan, rata-rata nilai Defect per Million Opportunity (DPMO) sebesar 8.879, sehingga rata-rataSigma Quality Level (SQL) PT. Papertech Indonesia Unit II Magelang adalah, 3,87. (FMEA) menunjukkan 13mode kegagalan, tetapi terdapat 9 mode kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan nilai RiskPriority Number (RPN) yaitu: suhu ruangan (294), kelelahan (280), konsentrasi menurun (210), kurang teliti(210), dryer kotor (210), trim masuk ke cutter (210), kebisingan (180), kurang inspeksi (180), kertas lembab(168).
Copyrights © 2021