Selama beberapa dekade terumbu karang di dunia terus mengalami kerusakan termasuk di Indonesia. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh faktor fisik, biologi maupun secara alami. Salah satu faktor fisik penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang adalah adanya tekanan antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang terkini di Kepulauan Seribu maupun di Bengkulu. Tutupan karang keras diambil menggunakan metode transek foto bawah air dengan transek kuadrat 0,5x0,5 m2. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi terumbu karang di Bengkulu termasuk ke dalam kondisi sedang hingga baik (36,27%-66,83%), sedangkan kondisi terumbu karang di Kepulauan Seribu termasuk ke dalam kondisi buruk hingga sedang (15,53%-31,80%). Kondisi perairan di Bengkulu dan di Kepulauan Seribu masih menunjukkan kondisi yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang.
Copyrights © 2021