Masalah keputihan yang terjadi pada wanita umumnya adalah masalah kesehatan reproduksi. Menurut data internasional sebanyak 75% perempuan di Indonesia pernah mengalami keputihan 1 kali dalam hidupnya. Depkes RI (2009) menunjukkan bahwa prevalensi infeksi vagina yang dialami wanita, disebabkan oleh bakteri vaginitis 38%, tricomonas 3,7% dan candidiasis 52.8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan pada siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian adalah Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di MTsN Koto Tangah Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi-siswi yang berjumlah 355 orang, sedangkan sampelnya sebanyak 78 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan menggunakan teknik pengumpulan data stratified random sampling. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 93,6 % yang mengalami keputihan, sebanyak 52,6% yang tingkat pengetahuan yang rendah dan sebanyak 51,3% sikap siswi yang negatif terhadap keputihan. Pada hasil uji chi-square didapatkan nilai = 0,184 (p > 0,05) dimana tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan. Pengetahuan tidak mempengaruhi terjadinya keputihan namun ada faktor lain yaitu personal hygiene dan gaya hidup. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan dapat meningkatkan program pendidikan perkembangan kesehatan reproduksi remaja dengan memasukkan materi dalam pelajaran ekstra kurikuler.
Copyrights © 2020