Leptospirosis merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh bakteri Leptospira patogen. Meskipun bersifat fluktuatif, kasus leptospirosis di Indonesia cenderung meningkat dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah. Gejala klinis leptospirosis bervariasi dan pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala klinis spesifik. Diagnosis leptospirosis dapat dilakukan dengan melihat gejala klinis yang muncul dan uji serologis laboratorium. Pengobatan leptospirosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Faktor risiko infeksi leptospirosis antara lain iklim, lingkungan dan sanitasi yang buruk, keberadaan tikus, jenis pekerjaan dan aktivitas yang berisiko. Pencegahan dan pengendalian penularan leptospirosis dapat dilakukan pada 3 aspek yaitu reservoir penyakit, jalur penularan, dan manusia.Â
Copyrights © 2021