Perkembangan teknologi dan globalisasi meningkatkan persaingan pada industri manufaktur. Agar dapat bertahan dalam persaingan bisnis, perusahaan manufaktur harus memenuhi permintaan dan memuaskan pelanggan dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan dengan mengurangi lead time. Lean manufacturing telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dengan mengurangi lead time dari proses produksi. Studi ini bertujuan untuk meluaskan pemahaman tentang bagaimana lean manufacturing dapat mengurangi lead time dan memahami tantangan yang mungkin muncul. Lead time dari proses produksi dapat dikurangi dengan menggunakan bantuan pendekatan diagram SIPOC, peta aliran proses, penghitungan takt time, model evaluasi pemborosan, dan kuesioner evaluasi pemborosan. Namun, penerapan lean manufacturing untuk mengurangi lead time akan menjadi tidak efektif apabila perusahaan tidak siap dalam hal pengelolaan manajemen sumber daya, manejemen manusia, dan standardisasi.
Copyrights © 2021