Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi uraian mengenai fenomena percintaan pada masa pergerakan nasional. Dibukanya sekolah-sekolah sistem Barat untuk kalangan bumiputra tidak hanya berdampak kepada kesadaran kebangsaan dan menyulut pergerakan politik tetapi juga memengaruhi pola-pola hubungan lelaki dan perempuan serta cara pencarian jodoh kaum bumiputra. Atas dasar itu, artikel ini menguraikan beberapa pokok masalah. Pertama, tulisan ini akan menunjukkan gagasan atau kritik yang disuarakan oleh para pengarang melalui media sastra terkait persoalan-persoalan percintaan pada masa pergerakan. Kedua, tulisan ini akan menganalisis kesaksian para tokoh pergerakan mengenai pengalaman cinta mereka di tengah perjuangan mencapai kemerdekaan bangsa. Ketiga, tulisan ini akan menunjukkan perbandingan corak pencarian jodoh sebelum orang-orang bumiputra mengenyam pendidikan dan setelah mereka menempuh pendidikan serta menemukan gagasan-gagasan baru seperti kebebasan berpikir dan bertindak. Kata kunci: Kolonialisme, Percintaan, Pergerakan Nasional, Pencarian Jodoh
Copyrights © 2021