Penelitian ini mengkaji pemertahanan bahasa Sunda sebagai alat komunikasi penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran di tengah gempuran migrasi bahasa Jawa dan nasionalisasi bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahasa Sunda masih sering digunakan secara konsisten oleh penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran, pada tiga ranah komunikasi, yaitu ranah kekeluargaan, kekariban, dan ketetanggaan; (2) Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran adalah faktor demografis, faktor geografis, faktor psikososial-ekonomis, dan faktor politis.
Copyrights © 2021