Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
Vol 16, No 1 (2021): Kelasa

FALSAFAH MAMBANGKIK BATANG TARANDAM DALAM KABA SUTAN LEMBAK TUAH: TINJAUAN SOSIOLOGIS

Fitria Dewi (Balai Bahasa Sumatera Barat Simpang Alai Cupak Tangah, Pauh, Padang)
Dini Oktarina (Balai Bahasa Sumatera Barat)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2021

Abstract

 AbstrakMambangkik batang tarandam adalah salah satu peribahasa yang hidup dalam masyarakat Minangkabau. Peribahasa itu bermakna membangkitkan kembali muruah atau kehormatan yang telah lama terpendam atau terabaikan karena suatu keadaan. Makna peribahasa itu terefleksi dalam Kaba Sutan Lembak Tuah (KSLT). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai filosofis yang terkandung dalam peribahasa mambangkik batang tarandam dalam KLST, faktor-faktor penyebab ‘batang terendam’, dan upaya yang dilakukan untuk ‘membangkit batang yang terendam’ tersebut. Penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat untuk mengumpulkan data.  Pendekatan sosiologi sastra dengan teori refleksi dan metode analisis isi digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan nilai filosofis yang terkandung dalam peribahasa mambangkik batang tarandam adalah semangat untuk terus berbuat kebaikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor penyebab ‘batang terendam’ adalah 1) keegoisan, 2) kekuasaan, dan 3) fitnah. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk membangkit batang terendam adalah 1) berserah diri pada Allah, 2) menjaga sikap, 3) suka menolong, 4) jujur dan amanah, dan 5) arif bijaksana.  AbstractMambangkik Batang Tarandam is a proverb that lives in Minangkabau society. This proverb means to revive muruah or honor that has been hidden or neglected for a long time due to a situation. The meaning of the proverb is reflected in Kaba Sutan Lembak Tuah (KSLT). This study aims to describe the philosophical values contained in the proverb mambangkik batang tarandam in KSLT, the factors that cause "submerged stem", and the efforts made to "raise the submerged stem". This research uses observation methods and note taking techniques to collect data. The sociology of literature approach with the theory of reflection and content analysis methods were used to analyze the data. Based on the research, it was found that the philosophical value contained in the proverb Mambangkik Batang Tarandam is the spirit to keep doing good things. The results also showed that the factors causing the 'submerged trunk' were 1) selfishness, 2) power, and 3) slander. While the efforts made to raise the submerged stems are 1) surrender to Allah, 2) maintain attitude, 3) like to help, 4) honest and trustworthy, and 5) wise wisdom.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

kelasa

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and ...