Dhiatri Nari Ratih Rengganingati, I Nyoman Nurjaya, Faizin Sulistio Fakultas Hukum Universitas Brawijaya e-mail: dnr.aning@ub.ac.id  ABSTRAK Tulisan ini mengangkat permasalahan terkait Kekuatan Pembuktian dari Visum Et Repertum Veteriner Sebagai Alat Bukti Tindak Pidana Terhadap Satwa Yang Dilindungi. Pemilihan tema tersebut didasari oleh meningkatnya kasus tindak pidana terhadap satwa dilindungi dari hari ke hari dan lemahnya penegakan hukum terkait hal ini. Akibat penegakan hukumnya yang masih kurang efektif, maka diperlukanlah pengakuan atas perkembangan metode pembuktian yang berdasar pada ilmu kedokteran hewan forensik. Penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan konseptual. Hasil analisis mengungkapkan bahwa faktor utama tidak terselesaikannya kasus ini adalah karena kurangnya alat bukti. Sehingga kehadiran Visum Et Repertum Veteriner sebagai perkembangan baru dari metode pendekatan dalam proses penyidikan tindak pidana ini dapat membantu menemukan titik terang suatu perkara pidana. Dan dengan kekuatan pembuktian dari Visum Et Repertum Veteriner ini dapat digunakan sebagai alat bukti sah. Maka dari itu diperlukan adanya norma yang mengatur terkait ini, agar memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Kata Kunci: Kekuatan Pembuktian, Visum Et Repertum Veteriner, Satwa Dilindungi ABSTRACT This research observes the evidentiary power of Visum Et Repetum Veteriner as a piece of evidence in a criminal offence against protected animals. The incidence of criminal offences against animals is increasing while the law enforcement over this case is weaker. This situation has brought further to the evidentiary procedure that involves wildlife forensics. With a normative-juridical method, statutory, and conceptual approach, this research reveals that a lack of evidence seems to hamper the investigation of this criminal case. Thus, the presence of Visum Et Repertum Veteriner as a new method of providing evidence is expected to help with the enquiry process. This piece of evidence is deemed valid, and a regulatory provision governing this norm is required to provide a legal force that is binding. Keywords: Evidentiary Power, Visum Et Repertum Veteriner, Protected AnimalsÂ
Copyrights © 2021