eDimensi Arsitektur Petra
Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021

Fasilitas Wisata Edukasi Pengolahan Bambu di Kabupaten Mojokerto

Joan Chrisanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2021

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Pengolahan Bambumerupakan perancangan fasilitas wisata untukseluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timurdan komunitas pecinta bambu. Desain ini didasarioleh masalah dimana proses perlakukan danpengrajin bambu yang eksklusif sehingga masyarakatmasih asing akan potensi bambu, padahal bambuadalah material yang berkelanjutan dan merupakankekayaan Indonesia. Tapak berada di Trawas,Kabupaten Mojokerto yang merupakan kawasanwisata dengan target Pusat kegiatan Lokal promosi(PKLp). Masalah desain yang diangkat adalahbagaimana desain mampu membawa publikberwisata sambil belajar dengan mengalami bambudidalam arsitektur kontemporer. Maka didalammendesain, pendekatan perancangan menggunakanteori Hannah Ahlblad untuk mengkombinasikanbambu dengan praktik kontemporer, dan teoriJuhanni Pallasma untuk memperoleh pengalamanruang dengan sistem sensori. Perancangan mengacupada empat zona, yang sesuai analisis fasilitas danaktivitas pengguna. Selain itu untuk menarikpengunjung dan keberlanjutan fasilitas, maka perluadanya keunikan desain. Pendalaman perancanganmerupakan elaborasi kelanjutan dari bentukkontemporer dan pengalaman yang dinamis, denganmenerapkan teori temporalitas dari AT Lars. Desaintemporer diwujudkan dengan material bambu padakeempat zona yaitu, instalasi bambu, partisi bambu,ruang workshop, dan lounge restaurant.

Copyrights © 2021