Jumlah kasus penderita gangguan makan di JawaTimur meningkat setiap tahunnya, namun fasilitasyang dapat digunakan untuk penyembuhan gangguanmakan masih minim. Fasilitas yang ada cenderungfokus kepada pengobatan fisik saja, sedangkanpenderita gangguan makan tidak hanyamembutuhkan pengobatan secara medis, namun jugaperlu pemulihan kondisi psikis agar dapat percayadiri dan berani bersosialisasi di masyarakat. Halinilah yang melatarbelakangi objek perancanganFasilitas Rehabilitasi Penderita Gangguan Makan diSurabaya. Perancangan menggunakan pendekatanperilaku dengan memperhatikan kebutuhan dankarakter dari penderita gangguan makan danmenggunakan konsep "connect with nature" dan"therapeutic community" untuk menghadirkanarsitektur yang dapat memaksimalkan pemulihanfisik dan psikis penderita serta melatih penderita agarberani kembali bersosialisasi di masyarakat.
Copyrights © 2021