Pasar Tanjung didesain kembali karenaadanya kekosongan aktifitas pada jam-jam tertentuyang disebabkan tidak adanya fungsi lain selainpasar, adanya kegiatan pasar malam yang terjadidiluar pasar dan mengakibatkan kemacatan pada jalantersebut dan kurangnya area loading barang yangdapat menampung kegiatan loading barang dipasartersebut. Rhythmanalysis digunakan sebagaipendekatan dalam perancangan arsitektur dalammenyediakan kebutuhan ruang yang sesuai denganwaktu dan jenis kegiatan penggunanya. Padaperancangan ini juga digunakan pendalaman karakterruang. Pendekatan ruang disini berguna untukmemberikan pengalaman ruang pasar tradisionalyang baru. Penggunaan Rhythmanalysis danpendekatan ruang disini mendorong Pasar Tanjunguntuk lebih dapat merespon kebutuhan penggunadisekitarnya agar Pasar Tanjung tidak hanyaberfungsi sebagai pasar melainkan juga sebagai areapublik yang dapat menampung kegiatan masyarakatsecara berkelanjutan.
Copyrights © 2021