Bangunan ibadah dan aktivitas peribadatan telahmenjadi suatu elemen penting di dalam suatu daerahpermukiman yang tidak dapat dipisahkan. Sedangkanaspek kenyamanan sendiri harus hadir baik dalamarsitektur makro (permukiman) maupun arsitektur mikro(gereja). Hal ini menjadi dasar pendesainan bangunanyang dengan penataannya mampu menampung kapasitaskebutuhan aktivitas pengguna gereja dengan kenyamanandan ketenangan maksimal tanpa menambah sumbergangguan terhadap lingkungan sekitar site bangunan.Metode penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif berupa metode survei dan metode literatur,dimana metode survei diterapkan pada pengamatanterhadap arsitktur gereja kristen kharismatik untukmemenuhi segala aspek fungsi gereja, sedangkan metodeliteratur diterapkan untuk merealisasikan aspekkenyamanan bangunan, khususnya sirkulasi dankenyamanan akustika. Masalah utama dalam prosespendesainan berbicara tentang bagaimana bangunan gerejatidak hanya menjawab kebutuhan kenyamanan danketenangan proses peribadahan, tetapi juga membahastentang bangunan gereja khsuusnya Kristen Kharismatikyang ramah gangguan terhadap lingkungan site sekitar.
Copyrights © 2020