Dengan adanya peningkatan jumlah penyandangautisme di Indonesia maka diperlukan pula fasilitaspendidikan yang dapat menunjang kegiatanpembelajaran bagi penyandang autisme. Fasilitaspenyandang autisme memerlukan pendekatan desainagar dapat menunjang kegiatan menjadi lebih baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihatapakah fasilitas yang diteliti sudah menerapkan salahsatu pendekatan desain dan juga fasilitas yang ditelitidapat dijadikan acuan lebih memperhatikanpendekatan desain dan pengaruhnya dalammendesain fasilitas pendidikan bagi anak autisme.Metode yang digunakan adalah kualitatif secaradeskriptif dengan cara observasi dan wawancaraterhadap pihak yang terlibat dalam fasilitas yang akandikaji. Hasil yang didapatkan dari penelitian iniadalah bahwa pendekatan ASPECTSS oleh MagdaMostafa meupakan pendekatan desain yang lebihdominan digunakan di AGCA Center, dengan adanyatemuan bahwa AGCA Center dominan menggunakanpendekatan desain ASPECTSS maka pendekatan inijuga sesuai diterapkan di fasilitas bangunan 1 massayang serupa di Indonesia dengan lingkup penggunaanak usia sekolah.
Copyrights © 2021