Ledakan populasi penduduk lansia yang diperkirakanakan terjadi pada 2 dekade awal abad ke-21 tidakdiiringi oleh kesiapan Indonesia untuk beradaptasidengan kebutuhan lansia. Lansia sekarang mencariberbagai pilihan baru untuk tempat tinggal dan tempatberkumpul serta bersosialisasi dengan orang-orangsebayanya yang menyebabkan keberadaan pantiwerdha berbasis kebutuhan tersebut menjadi penting.Konsep Continuing Care Retirement Communitiesmemungkinkan lansia untuk tinggal dalam suatukomunitas lingkungan yang sama hingga akhir hayatmeskipun memerlukan perawatan yang lebih intensifakibat dari perubahan kondisi fisik yang terjadi akibatusia. Selain itu, daya dukung penduduk sekitar yangtinggi, akses jalan yang memadai, serta topografiyang dinilai nyaman untuk lansia menjadikan KotaBatu terpilih sebagai lokasi perencanaan proyek pantiwerdha. Proyek panti werdha berbasis CCRCs initerdiri dari layanan hunian mandiri, hunian nonmandiri,dan perawatan intensif jangka panjangsebagai fungsi utama, serta terdapat wellness center,paved program area, dan gardening area sebagaifungsi pendukung. Perilaku lansia menjadi dasarpendekatan penulis dalam merancang proyek, terbagimenjadi 3 kategori yaitu lansia muda, lansia madya,dan lansia tua, yang didalami berdasarkan perilakufisik, psikososial, dan psikologisnya sehingga terciptakonsep indoor-outdoor blend sebagai dasarpendalaman karakter ruang rancangan proyek.
Copyrights © 2020