Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami bentuk akulturasi budaya yang terdapat dalam arsitektur, desain interior, dan makanan yang dijual di restoran Kartiko Traditional Heritage Culinary Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik triangulasi yang dilaksanakan dengan membandingkan data hasil pengamatan dan data hasil wawancara, membandingkan data hasil wawancara dengan teori-teori yang ada, dan mereduksi data yang didapatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa restoran “Kartiko” merupakan restoran bergaya peranakan yang merupakan hasil akulturasi dari tiga kebudayaan, yaitu Tiongkok, Indonesia (Jawa), dan Belanda. Tujuan pemilik restoran mendirikan restoran bergaya peranakan adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai budaya peranakan pada pelanggan, terutama anak-anak muda. Secara keseluruhan, budaya yang paling terlihat paling kentara adalah budaya Tiongkok, sedangkan yang tidak seberapa terlihat adalah budaya Belandanya.Kata kunci : restoran, peranakan, akulturasi budaya
Copyrights © 2021