Media sosial sebagai bentuk perkembangan teknologi memberi peluang bagi generasi muda Dayak untuk menjadikan media komunikasi dan informasi tersebut sebagai sarana mereduksi stigma yang melekat pada kebudayaan Dayak di kalangan masyarakat nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mereduksi stigma kebudayaan Dayak. Metode penelitian ini yaitu eksplanatif kualitatif dengan pendekatan studi kasus Stigma budaya Dayak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan pihak founder media sosial Ruang Dayak serta followers di Instagram, Facebook, dan Twitter yang berjumlah empat orang sebagai sumber triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pada kebudayaan Dayak termasuk pada jenis stigma berupa prasangka, stereotip, dan label. Stigma tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang kebudayaan Dayak. Persebaran informasi di new media dan cepat menjadikan media sosial berkonten kebudayaan berperan dalam mereduksi stigma kebudayaan dengan mengoptimalkan pendekatan pendidikan lewat persebaran informasi. Pemberian informasi yang cukup dan dapat dipercaya mampu mengatasi masalah munculnya suatu stigma kebudayaan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kepada pengelola akun Ruang Dayak untuk mengoptimalkan pendekatan pendidikan melalui media sosial dalam mereduksi stigma kebudayaan.
Copyrights © 2020