Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Vol. 9 No. 2 (2020)

ANALISIS FAKTOR ALIH FUNGSI SAWAH, STRATEGI PENGENDALIANNYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI PADI DI KABUPATEN LEBONG

Sugon Hofizer AS (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebong)
M F Barchia (Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu)
Marulak Simarmata (Program Studi Ilmu Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perkembangan luas lahan dan produksi padi sawah di kabupaten Lebong selama 6 tahun terakhir (2012-2017), (2) menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan di kabupaten Lebong, dan (3) menganalisis dampak alih fungsi lahan dan strategi mitigasinya terhadap swasembada beras di kabupaten Lebong. Penelitian dilakukan pada Oktober sampai dengan November 2017 di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui perkembangan luas lahan dan produksi padi sawah di kabupaten Lebong selama 6 tahun terakhir (2012-2016) dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Dalam mengestimasi faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam mengalih fungsikan lahan sawah digunakan analisis regresi logistik. Sedangkan untuk mengetahui strategi penataan alih fungsi lahan digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap alih fungsi lahan adalah resiko usaha tani, pengetahuan tentang peraturan alih fungsi lahan, kedala irigasi, dan nilai jual sawah. Koefisien resiko usaha tani, kendala irigasi, dan nilai jual sawah bernilai positif (+) yang berbarti bahwa semakin tinggi resiko usaha tani kendala irigasi, dan nilai jual sawah maka semakin tinggi kecenderungan petani untuk melakukan alih fungsi lahan. Sedangkan koefisien regresi pengetahuan tentang peraturan alih fungsi lahan bernilai negatif ( -) yang berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan tentang peraturan alih fungsi lahan maka semakin rendah kecenderungan petani untuk melakukan alih fungsi lahan. Posisi pengendalian alih fungsi lahan pertanian sawah berada pada kuandran I yaitu posisi dengan strategi agresif (S -O). Dalam hal ini strategi yang direkomendasikan adalah dengan memanfaatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Copyrights © 2020