Penelitian ini membahas tentang media dan produksi bahasa selama pandemi Covid- 19 di Indonesia dan bagaimana konstruksi bahasa dan arus informasi dari tingkat pemerintah kepada masyarakat serta hubungannya dengan realitas sosial. Pemerintah Indonesia telah berusaha mengantisipasi fenomena pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 beserta pelbagai macam regulasi yang dihasilkan. Gestur komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi berubah dan mengalami proses. Seiring dengan penggunaan bahasa selama pandemi dan fase adaptasi kebiasaan baru merupakan suatu isu yang menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu komunikasi dan sosiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan paparan mengenai perkembangan produksi bahasa Indonesia dan interaksinya selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan konsep dasar ala Merton yaitu unintended consequency untuk membaca fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi seperti kasus wabah pandemi Covid- 19. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan penggunaan studi kasus untuk menjelaskan fenomena produksi bahasa selama pandemi. Hasil simpulan penelitian ini yaitu terdapat inkonsistensi penggunaan bahasa yang menggunakan gaya bahasa eufimisme dari level pemerintah ke level masyarakat kelas ekonomi menengah. Dalam kata lain hal ini menjadi kegagalan pemerintah dalam hal distribusi informasi dan strategi komunikasi selama pandemi Covid-19.
Copyrights © 2021