Jurnal Ilmu Bedah Indonesia
Vol. 48 No. 1 (2020): Juni 2020

Hubungan Kadar Laktat dan Albumin dengan Mortalitas dan Morbiditas Pasien Perforasi Ulkus Peptikum

Gisela Karina (Departemen Bedah, Universitas Padjadjaran, Bandung)
Reno Rudiman (Divisi Bedah Digestif, Departemen Bedah, Universitas Padjadjaran, Bandung)
Tommy Ruchimat (Divisi Bedah Digestif, Departemen Bedah Onkologi, Universitas Padjadjaran, Bandung)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2020

Abstract

Latar Belakang. Perforasi ulkus peptikum merupakan kondisi emergensi di seluruh dunia, dengan tingkat mortalitas sampai dengan 30%. Penilaian kadar laktat dan albumin dalam darah diharapkan dapat menjadi suatu perangkat penilai untuk memperkirakan tingkat mortalitas dan morbiditas pasien perforasi ulkus peptikum.3,5 Metode. Desain analitis menggunakan metode kohort prospektif dengan analisis korelasi hubungan kadar albumin dan laktat terhadap kejadian mortalitas dan morbiditas pasien perforasi ulkus peptikum di RS. Hasan Sadikin. Subjek penelitian dilakukan dengan cara consecutive sampling. Populasi terjangkau adalah pasien dengan diagnosis klinis perforasi ulkus peptikum yang datang ke Unit Gawat Darurat RSHS pada periode 1 Februari 2018 – 28 Februari 2019. Uji statistik menggunakan uji analisis regresi logistik bivariat. Hasil. Didapatkan 40 pasien, mayoritas berjenis kelamin laki – laki (35 pasien), sisanya perempuan dengan rentang usia 22 – 80 tahun. Didapatkan 11 pasien meninggal (27.5% dari sampel). Pasien mati memiliki rata – rata kadar laktat 6,4 ± 3,7 mmol/L dan rata – rata kadar albumin 2,1 ± 0,4 mg/dL. Morbiditas pada penelitian ini ialah komplikasi hospital acquired pneumonia pasca operasi. Hasil uji Wald membuktikan bahwa kadar laktat berhubungan positif secara signifikan dengan mortalitas pasien perforasi ulkus peptikum dengan probabilitas kesalahan statistik sebesar p = 0,024 (p < 0,05) dan kadar albumin berhubungan negatif secara signifikan dengan mortalitas pasien perforasi ulkus peptikum dengan probabilitas kesalahan statistik sebesar p = 0,032 (p < 0,05). Kesimpulan: Kadar laktat berhubungan positif dengan mortalitas pasien namun tidak dengan morbiditas pasien, sedangkan kadar albumin berhubungan negatif dengan mortalitas pasien namun tidak dengan morbiditas pasien.. Semakin tinggi kadar laktat dan semakin rendah kadar albumin, semakin tinggi probabilitas pasien untuk mati.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

Jibi-ikabi

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

The Indonesian Journal of Surgery (JIBI) is a peer-reviewed and open access journal focuses on publishing journals in the scope of surgery. JIBI accepts any kind of manuscript(s) related to surgery, i.e. original article, meta–analysis, systematic review, comprehensive review, case report, serial ...