Prevalensi stunting Indonesia berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016 mencapai 27,5%. Menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20%. Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis, terlebih lagi di 14 provinsi yang prevalensinya melebihi angka nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi prevalensi kejadian stunting dan hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan kejadian stunting. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Populasinya adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Liu tahun 2018-2020. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara systematic sampling sehingga menghasilkan sampel sebesar 243 responden. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan format dari program gizi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian stunting memiliki proporsi tertinggi pada jenis kelamin laki-laki sebesar 20,6% sedangkan berdasarkan usia, kelompok usia 25-36 bulan dengan proporsi tertinggi stunting sebesar 19,5%. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan kejadian stunting. Masyarakat terutama ibu hamil dan keluarga yang memiliki bayi dan anak di bawah 5 tahun disarankan agar mematuhi dan melaksanakan program terkait dengan gizi seimbang oleh pemerintah, rutin berkunjung ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan deteksi dini tentang kesehatan diri dan anaknya serta menambah kreatifitas untuk pemberian konsumsi makan pada anaknya.
Copyrights © 2021