Latar Belakang: Infeksi nosokomial atau Health-care Associated Infection (HAIs) yaitu infeksi yang didapatkan dan berkembang selama pasien dirawat di rumah sakit. Program HAIs/PPI penting untuk dilaksanakan sebagai tolok ukur mutu pelayanan juga melindungi pasien, petugas, pengunjung dan keluarga dari risiko tertularnya infeksi karena dirawat, bertugas dan berkunjung di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tentang Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit dijelaskan bahwa standar kejadian infeksi nosokomial adalah ≤1,5%, sedangkan angka kejadian infeksi (phlebitis) di rumah sakit melebihi standar yang telah ditetapkan karena berada di angka 6,9%Metode: Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif studi kasus dengan jumlah informan sebanyak 4 (empat) informan yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.Hasil: Program HAIs yang telah dilakukan yaitu hand hygiene, surveilans risiko infeksi, asesmen berkala terhadap risiko, pelatihan PPI seperti hand hygiene campaign dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Program hand hygiene compaign belum terlaksana dan kepatuhan cuci tangan oleh petugas belum mencapai standar yakni 100%. Perlu penerapan budaya cuci tangan lima waktu atau five moment hand hygiene, pengawasan dan evaluasi bagi petugas/staf melalui edukasi dan supervisi yang dilakukan oleh kepala ruang, perawat PPI/IPCN/IPCLN dan komite PPI rumah sakit.Kesimpulan: Program Pencegahan dan pengendalian HAIs akan terlaksana dengan baik diperlukan dukungan manajemen dalam penerapan budaya cuci tangan lima waktu atau five moment hand hygiene, perlu pengawasan dan evaluasi bagi petugas/staf melalui edukasi dan supervisi melibatkan kepala ruang, perawat PPI/IPCN/IPCLN dan komite PPI rumah sakit
Copyrights © 2020