Di Indonesia pneumonia menempati urutan terbesar penyebab kematian bayi danbalita serta berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. ISPA di ProvinsiLampung dengan kejadian pada balita sebanyak 6.188 kasus. Kota Metro tahun 2014sebanyak 17.924 kasus dengan jumlah kasus 1.792 dengan jumlah penemuan pneumoniapada balita sebesar 76%. Berdasarkan register cakupan penemuan penderita pneumonia KotaMetro paling banyak terdapat di Puskesmas Yosomulyo sebesar 29,87%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik balita yang mengalamipneumonia di Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro tahun 2018.Metode penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh balita umur 1-5 tahun yang mengalamipneumonia di Puskesmas Yosomulyo Metro Pusat pada tahun 2018 yang berjumlah 89 balita,pengambilan sampel dengan tehnik total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembarchecklist dan dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian distribusifrekuensi karakteristik usia balita yang mengalami pneumonia terbanyak balita dengan usia13-24 bulan sebesar 45 balita (50,56%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 48 balita (53,93%),status gizi baik sebanyak 70 balita (78,65%), status gizi kurang sebanyak 15 balita (16,85%)status gizi lebih 2 balita (2,25%) dan status gizi buruk sebanyak 2 balita (2,25%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian karakteristik balita yang mengalamipneumonia sebagian besar usia 13-24 bulan, jenis kelamin laki-laki dan status gizi baik,sehingga disarankan bagi ibu untuk memberikan makanan dengan gizi seimbang, menjagaaktivitas bermain anak agar terhindar dari penularan pneumonia
Copyrights © 2020