Abstrak Latar Belakang: Kanker paru menyebabkan kematian pada satu dari lima orang di dunia. Tingginya angka mortalitas ini dikarenakan oleh belum adanya metode diagnosis yang dapat mendeteksi lesi dini kanker paru secara akurat. Akibatnya, banyak pasien yang baru terdiagnosis ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut yang tingkat kelangsungan hidup tidak lebih dari 5%. Pada kondisi ini, terapi pembedahan sudah tidak dapat dilakukan dan terapi farmakologis pun kurang memberikan manfaat yang berarti. Baru-baru ini, ekspresi dari gen N-myc downstream-regulated 2 (NDRG2) ditemukan mengalami penurunan pada jaringan kanker paru yang menjadi dasar aplikasi NDRG2 sebagai penanda tumor diagnostik dan prognostik. Metode: Penelitian dilakukan dengan melakukan tinjauan pustaka dari beberapa database jurnal, yakni PubMed, ScienceDirect, dan Proquest dengan literatur yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2009-2019. Pembahasan: Studi literatur ini menunjukkan bahwa sebanyak 56,7-64,5% dari pasien dengan kanker paru memiliki ekspresi NDRG2 yang sangat rendah. Ekspresi NDRG2 juga dikorelasikan dengan invasi tumor & vaskular, ukuran, status diferensiasi, dan stadium tumor. Ekspresi NDRG2 yang rendah dapat menjadi indikator prognostik buruk bagi pasien kanker paru yang ditandai dengan penurunan tingkat kelangsungan hidup hingga 2 kali lipat lebih rendah. Simpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa NDRG2 memiliki potensi yang menjanjikan untuk menjadi penanda tumor diagnostik dan prognostik kanker paru.
Copyrights © 2021