Abstract: Geneva Agreement as Political pragmatism of American Foreign Policy in Middle East. This article is intended to explore American’s foreign policy in the Iranian nuclear’s problem. After the fall of Shah Reza Pahlevi in 1979, United States (US) has lost its power in Mullah’s Country. Due to Iranian geopolitics’ influence, economic and military enforcement in Middle East, US is intended to give its influence in Iran. Iran ‘s ability in development nuclear weapons will decrease US’s influence in Middle East and obviously treat Israeli’s existence in Middle East. Geneva Agreement is US’s political pragmatic in implementing its foreign policy’ goals.Key Words: Jenewa Talks, Iranian Nuclear, Pragmatism, US and Middle East  Abstrak: Kesepakatan Geneva Sebagai Bentuk Pragmatisme Politik Luar Negeri Amerika Serikat di Timur Tengah. Paper ini bertujuan untuk mengkaji kembali politik praktis luar negeri Amerika Serikat terhadap masalah nuklir Iran. Sejak Shah Reza Pahlevi terguling dari tampuk kekuasaannya di Iran pada tahun 1979, praktis Amerika Serikat kehilangan kontrol di negeri para Mullah tersebut. Amerika Serikat sangat berkepentingan dengan Iran karena negeri itu memiliki pengaruh geopolitik, ekonomi dan militer yang besar di kawasan timur tengah. Kemampuan Iran akan senjata nuklir menggandakan kemampuan tersebut, menutup pengaruh Amerika Serikat dan mengancam eksistensi Israel. Kesepakatan Geneva adalah bentuk pragmatis Amerika Serikat dalam mencapai tujuan politik luar negerinya. Kata Kunci: Jenewa Pembicaraan, Iran Nuklir, Pragmatisme, Amerika Serikat, Timur TengahDOI: 10.15408/sjsbs.v2i1.2245
Copyrights © 2015