Latar belakang dari penelitian ini yaitu kurangnya kesadaran individu terhadap kepatuhan terhadap pemutusan mata rantai covid-19 dapat mengakibatkan mengalami kenaikan jumlah pasien yang terpapar. Jika penanganan tidak maksimal dan masyarakat belum sepenuhnya mematuhi anjuran keras untuk stay at home (WFH) dan menjaga jarak sosial (social distancing), virus corona akan terus meluas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara illness representation dengan kepatuhan mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka memutus rantai pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, dimana peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode kualitatif untuk mengukur responden. Responden dalam penelitian ini sebanyak 244 responden, yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Ada dua skala yang digunakan untuk mengukur penelitian ini yaitu, skala kepatuhan dan skala IPQ-R. Teknik analisa data yang dipakai adalah teknik korelasi purposive sampling dan observasi serta depth interview dengan pendekatan fenomenologis. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif signifikan antara nilai r = 0,260 dan p<0,01, yang berarti bahwa adanya hubungan positif signifikan antara illness representation dengan kepatuhan mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai coronavirus disease 2019 (covid-19). Penelitian ini memiliki implikasi teoritis adalah sebagai pengembangan pengetahuan psikologis mengenai virus covid-19 dan pengembangan factor-faktor yang lain memengaruhi illness representation dan kepatuhan mengikuti anjuran pemerintah. Selain implikasi teoritis, implikasi praktis dalam penelitian ini adalah membantu mengedukasi masyarakat agar lebih mematuhi anjuran dari pemerintah terkait pemutusan mata rantai pandemic Covid-19.
Copyrights © 2021