JURNAL AGROHITA
Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA

PENGARUH BERBAGAI HERBISIDA UNTUK MENGENDALIKAN RUMPUT BELULANG (Eleusine indica L.) YANG RESISTEN TERHADAP HERBISIDA GLIFOSAT

Maya Safitri (Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas)
Ardi Ardi (Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas)
Irawati Irawati (Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas)
Askif Pasaribu (Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beberapa jenis  herbisida: Glifosat, Sulfentrazon, Indaziflam, Amonium Glufosinat, Sulfentrazon+Amonium Glufosinat, dan Sulfentrazon+Glifosat untuk mengendalikan Eleusine indica  yang telah resisten terhadap Glifosat. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 dari bulan Juni hingga Oktober 2020. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 taraf perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 72 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 50 benih. Data dianalisis secara statistik dengan uji F tabel 5% dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil mortalitas herbsida Sulfentazon dan Indaziflam efektif untuk mengendalikan gulma berdaun 0 dan 2 helai, sedangkan gulma berdaun 6 dan 8 helai herbisida berbahan aktif Sulfentrazon + Amonium Glufosinat dan Sulfentrazon + Glifosat yang menyebabkan mortalitas 100%.  Gejalah kematian gulma E.indica berdaun 0 dan 2 helai terhadap herbisida tunggal menunjukan  gulma berwarnah coklat menuju kematian pada 2 MSA, gulma berdaun 4-8 helai berwarna kuning lalu pada 3 MSA muncul anakan vegetatif dan masuk fase tumbuh kembali. Herbisida campuran Sulfentrazon + Amonium Glufosinat dan Sulfentrazon + Glifosat pada 1 MSA gulma berwarna coklat menuju kematian dan mengalami kematian total pada 8 MSA. Presentase muncul anakan terkecil gulma E.indica terhadap herbisida pada 3 MSA yaitu 0% karena pada gulma sudah mengalami kematian. Lalu peresentase muncul anakan tertinggi setelah aplikasi herbisida yaitu 7% digunakan herbisida Sulfentrazon (A18).  Sedangkan pada 6 MSA presentase muncul anakan terendah yaitu pada 0% pada perlakuan A2,A3,A4, A5, A6, A7, A16, A17, dan A24. Sedangkan presentase muncul anakan tertinggi yaitu 15% pada perlakuan A11, A21 dan A22. Penggolongan resistensi gulma E.indica terhadap herbisida yaitu: resisten-herbisida 46%, keterangan moderat atau berkembang-resisten (MR) 21%, dan sensitif-herbisida 33%.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

agrohita

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam ...