Bau mulut atau dalam istilah umum bernama halitosis adalah suatu istilah untuk menerangkan adanya bau yang tidak disukai sewaktu terhembus udara. Masalah halitosis merupakan masalah yang sering ditemukan dimasyarakat dan umumnya berhubungan dengan kondisi kebersihan mulut yang buruk. Menurunkan tingkat bau mulut yang terbentuk akibat gas berbau dapat dilakukan dengan cara mengurangi pembentukan gas, melalui pemanfaatan arang atau karbon sebagai media penyerap. Arang yang digunakan sebagai media penyerap telah diubah menjadi arang aktif. Tujuan penelitian adalah diketahuinya analisis daya serap larutan bubuk arang aktif tempurung kelapa melalui berkumur-kumur untuk mengatasi bau mulut kelompok usia dewasa. Manfaat penelitian adalah memberikan informasi kepada masyarakat bahwa arang tempurung kelapa dapat digunakan untuk mengatasi bau mulut. Metode penelitian adalah quasi ekperimen dengan rancangan penelitian one group pretest dan posttest ekperimen. Besar sampel berjumlah 34 responden. Teknik sampling dengan kreteria inklusi dan eklusi. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan warna aplikator sebelum berkumur-kumur dengan larutan arang aktif sebanyak 34 orang (<30 menit) artinya responden merupakan penderita halitosis. Sedangkan waktu perubahan warna aplikator setelah berkumur-kumur dengan larutan arang aktif menunjukan sebanyak 18 orang (30-90 menit) diantaranya mengalami perubahan dari halitosis menjadi kadang-kadang halitosis, sisanya 16 orang (> 90 menit) menunjukan dimana sebelumnya menderita halitosis terjadi perubahan yang berarti menjadi tidak atau bukan halitosis. Perubahan warna aplikator sebelum dan setelah diberikan larutan arang aktif tempurung kelapa menunjukan ada kenaikan yang bermakna, artinya ada perbedaan daya serap setelah berkumur-kumur larutan bubuk arang aktif tempurung kelapa dalam mengatasi bau mulut.
Copyrights © 2021