Ikan cupang dalam satu periode pemijahan menghasilkan rasio ikan betina yang lebih tinggi, sedangkan ikan cupang jantan akan menghasilkan jumlah keuntungan yang lebih tinggi dalam usaha budidaya. Sehingga perlu dilakukan peningkatan produksi ikan cupang jantan dengan pengarahan kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak cabe jawa (Piper retrofactrum Vahl) dan mengetahui waktu yang tepat dalam proses maskulinisasi ikan cupang. Penelitian ini menggunakan metode perendaman pada larva ikan cupang dengan ekstrak cabe jawa berbeda dosis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dosis ekstrak cabe jawa dan 3 kelompok umur. Kadar dosis yang digunakan untuk perlakuan adalah P1 (tanpa penambahan dosis/kontrol), P2 (0,5 mg/L), P3 (1 mg/L), dan P4 (2 mg/L) dengan kelompok umur larva 3, 5, dan 7 hari setelah menetas. Perendaman dilakukan selama 5 jam pada masing-masing kelompok umur larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak cabe jawa mampu mengarahkan persentase jantan (p<0,05) dengan nilai tertinggi 43,67±9,92%. Dosis ekstrak cabe jawa sebesar 2 mg/L (P4) dinilai sebagai dosis terbaik dalam menghasilkan persentase ikan cupang jantan. Sedangkan kelompok umur berbeda memberikan pengaruh yang sama terhadap persentase ikan cupang jantan (p>0,05).
Copyrights © 2021