Jurnal Veteriner
Vol 22 No 2 (2021)

Deteksi Kontaminasi Bovine Viral Diarrhea Virus Pada Fetal Bovine Serum Yang Tersedia Secara Komersial

Hastari Waryastuty (Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada)
Sri Handayani Irianingsih (2Laboratorium Virologi, Balai Besar Veteriner Wates, Jl. Raya Yogya-Wates km 27, TP 18 Giri Peni, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia)
Raden Wasito (Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta, Indonesia 55281)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2021

Abstract

Teknik diagnostik menggunakan kultur sel merupakan gold standard untuk menentukan penyebab utama suatu penyakit terutama yang disebabkan oleh virus seperti bovine viral diarrhea virus (BVDV). Prosedur kultur sel memerlukan suplementasi serum pada media pertumbuhan. Serum yang digunakan sebagai suplementasi umumnya berasal dari hewan spesies yang sama agar sel dapat tumbuh sesuai dengan habitatnya. Serum yang paling umum digunakan dalam teknik kultur sel adalah fetal bovine sera (FBS) karena kandungan faktor pertumbuhannya yang tinggi. Infeksi BVDV sering terjadi pada populasi sapi. Infeksi BVDV in utero menyebabkan materi (serum, sel dan jaringan) yang berasal dari fetus sapi terkontaminasi BVDV. Penelitian telah membuktikan bahwa dua dari sepuluh sampel FBS dengan merek dagang yang berbeda, menunjukkan hasil positif terhadap virus BDV dengan uji polymerase chain reaction. Isolasi terhadap BVDV dari FBS yang positif dilakukan pada kultur sel Madin-Darby bovine kidney (MDBK), dilanjutkan dengan pengecatan menggunakan uji immuno peroxidase monolayer assay, memberikan hasil negatif. Meskipun BVDV yang terkandung di dalam FBS sampel tidak bereplikasi, tetapi hasil ini tidak dapat diekstrapolasikan untuk setiap produk FBS yang tersedia secara komersial. Berdasarkan hasil tersebut disarankan adanya pengujian rutin terhadap kemungkinan terjadinya kontaminasi oleh BVDV yang dapat berpengaruh pada hasil diagnostik di suatu laboratorium.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jvet

Publisher

Subject

Veterinary

Description

Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah ...