Sektor perumahan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap orang. Setiap negara berupaya untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi warganya, salah satunya di Indonesia yang memprogramkan satu juta rumah bagi masyarakat miskin. Dampak negatif dari program ini berupa exploitasi lahan yang besar serta kerusakan lingkungan akibat pelaksanaan konstruksi. Material bangunan merupakan unsur utama dalam kegiatan konstruksi, dimana proses produksi material banyak mengkonsumsi energi dan menghasilkan karbon dioksida (CO2). Pemilihan material yang ramah lingkungan akan menurunkan jumlah embodied energy dan embodied carbon selama siklus hidup bangunan. Penelitian ini menghitung jumlah embodied energy dan embodied carbon terhadap material bangunan yang digunakan pada bangunan rumah sederhana tipe 36 yang banyak di minati masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan material batu bata, atap seng, semen dan kayu merupakan material dominan yang mengkonsumsi embodied energy lebih dari 70% serta menghasilkan embodied carbonĀ sekitar 80% dari total energi. Total embodied energy pada material bangunan sebesar 127.714,66 MJ dengan karbon sebanyak 10.257,48 KgCO2. Berdasarkan luas bangunan diperoleh embodied energy sebesar 3.547,63 MJ/m2 dan karbon sebanyak 284,93 KgCO2/m2. Besarnya jumlah energi dan karbon yang dihasilkan oleh bangunan akan berdampak pada tingginya pencemaran lingkungan yang akan berkontribusi terhadap pemanasan global.
Copyrights © 2021