Baja laterit A-588 berpotensi dirujuk sebagai baja paduan rendah-berkekuatan tinggi untuk aplikasi baja tahan cuaca. Baja Laterit A-588 dikembangkan melalui proses termomekanikal yang diikuti proses penemperan guna mendapatkan kekuatan dan ketahanan korosi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penambahan kadar nikel, variasi laju pendinginan pada saat perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan ketahanan korosi baja laterit A-588. Baja laterit dengan variasi kadar nikel 0,42%; 1%, 2%, dan 3%, mengalami proses homogenisasi, pengerolan panas, perlakuan panas dengan tiga variasi pendinginan yaitu media air, oli, dan udara, yang kemudian diproses temper pada temperatur 150 ℃. Temper temperatur rendah menyebabkan pengendapan karbida halus dan transisi fasa martensit menjadi bainit, sehingga struktur mikro akhir berupa bainit, lath martensit temper, karbida, dan ferrit. Kadar nikel 3% dengan laju pendinginan cepat akan meningkatkan pembentukan fasa lath martensit temper dan bainit, sehingga kekuatan dan kekerasan cenderung meningkat serta regangan dan ketahanan korosi semakin menurun akibat reaksi galvanic. Sifat mekanik paling optimal diperoleh pada sampel 2% nikel dengan media air (kekuatan 1203 MPa, regangan 10%, kekerasan 404 BHN, laju korosi 1,306 mpy).
Copyrights © 2021