Latar belakang: Mahasiswa lulusan sarjana farmasi mempunyai pemahaman dan keahlian tentang obat dan penggunaan obat dalam pelayanan kefarmasian. Namun, Istilah (beyond use date) BUD masih jarang diketahui karena masih terbatasnya penelitian. Pemahaman mengenai BUD sangat penting bagi mahasiswa, karena BUD berkaitan dengan stabilitas dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram tentang BUD obat. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan dengan metode survei deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021 dengan jumlah sampel 160 mahasiswa Prodi Farmasi FK UNRAM. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner online yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan microsoft excel. Hasil: Pada aspek BUD secara umum, tingkat pengetahuan mahasiswa Prodi Farmasi FK UNRAM kategori baik terdapat pada item definisi BUD, expire date dan peran apoteker; kategori cukup pada item perbedaan istilah BUD dan ED; dan item patokan obat berhenti digunakan tergolong kategori kurang. Pada aspek BUD obat racikan, tingkat pengetahuan mahasiswa temasuk kategori baik terdapat pada item peran apoteker dalam BUD racikan dan karakteristik puyer yang tidak bisa digunakan, kategori cukup pada BUD obat racikan semipadat dan kategori kurang pada item menghitung BUD puyer. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan mahasiswa Prodi Farmasi FK UNRAM tentang Beyond Use Date obat bervariasi pada aspek BUD obat secara umum dan BUD obat racikan. Kata kunci: tingkat pengetahuan, mahasiswa farmasi, beyond use date, kuesioner, obat racikan
Copyrights © 2021