Kayu adalah salah satu material pembuatan cagar budaya. Salah satu contoh penggunaannya adalah nisan kayu di Kompleks Makam Raja-raja Hadat Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk kerusakan nisan kayu. Metode yang dilakukan adalah studi pustaka, survey dan observasi lapangan, serta klasifikasi bentuk kerusakan dan pelapukan yang kemudian ditampilkan dalam bentuk peta sebaran kerusakan. Berdasarkan hasil indentifikasi bentuk kerusakan dan pelapukan pada empat sektor, diketahui bahwa bentuk kerusakan yang terjadi meliputi kerusakan mekanis, pelapukan fisis, pelapukan khemis, dan pelapukan biotis. Perhitungan persentase kerusakan menunjukkan adanya perbedaan bentuk kerusakan yang mendominasi pada setiap sector yang disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diurakan diuraikan bentuk rekomendasi untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi melalui penataan taman.
Copyrights © 2019