Autis adalah gangguan perilaku yang terdapat pada anak autis seperti hipoaktif maupun hiperaktif, anak sulit beradaptasi dengan orang lain melalui komunikasi, anak sulit berbicara, kontak mata yang kurang, dan stereotip (gerakan yang berulang-ulang) yang dapat mengganggu perkembangan motorik halus anak. Terapi bermain playdough adalah salah satu jenis terapi non farmakologis yang mempengaruhi kekuatan otot motorik, serta mencegah dan memperbaiki sikap tubuh yang kurang pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan manfaat pemberian terapi bermain playdough terhadap perkembangan motorik halus pada anak autis. Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Sampel dipilih menggunakan metode Total Sampling. Sampel didapatkan sebanyak 30 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian terapi bermain playdough, dan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus pada anak autis. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Fine Motor Skills Development Check list usia 4-8 tahun. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0,05. Nilai mean sebelum diberikan terapi bermain playdough 1,7333 dan nilai mean sesudah diberikan terapi bermain playdough adalah 3,3000. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) = 0,000 yang artinya terapi bermain playdough dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak autis. Terapi bermain playdough dapat digunakan untuk anak usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Playdough dapat diterapkan di lingkungan termasuk di rumah. Kelebihannya dapat dibuat sendiri, bahannya murah, aman digunakan bermain, tekstur yang lunak sehingga mudah dibentuk saat diremas, dan juga sebagai media multi sensori, dan kekurangannya tidak mengandung bahan pengawet sehingga tidak dapat bertahan lama. DOI: 10.5281/zenodo.5266424
Copyrights © 2021