Penentuan tingkat kontribusi individu dalam menyelesaian tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya perlu dilakukan secara objektif, transparan dan melalui sebuah metode khusus yang dapat dipercaya keakuratannya. Selain mengajar di dalam ruang kelas, seorang guru dituntut memiliki karakter seperti yang tersirat pada Tut Wuri Handayani. Permasalahan proses penilaian kinerja guru terjadi karena ketidakjelasan kriteria dan bobot penilaian. Sebuah metode pengambil keputusan (SPK) dapat membantu proses pengambilan keputusan yang optimal yaitu TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Dalam menentukan penilaian kinerja guru disepakati kriteria penilaian Kriteria Penilaian kinerja guru: Kompetensi Pedagodik (K1), Kompetensi Kepribadian (K2), Kompetensi Sosial (K3), Kompetensi Proffesional (K4). Perolehan hasil akhir perhitungan TOPSIS menjadi Keputusan Penilaian Kinerja Guru dengan Status: Kurang Baik, Baik, dan Sangat Baik. Penilaian kinerja guru Sangat Baik yaitu Suyanto, SPd Total Nilai 0.815523 dan Rahmayuni Lubis, SPd Total Nilai = 0.75573.
Copyrights © 2020