Tingginya tundaan dan panjang antrian dapat mengakibatkan pelanggaran marka jalan untuk mengambil waktu awal hijau sinyal lalu lintas tanpa menghiraukan peraturan garis marka di simpang. Penelitian ini membedakan antara simpang tidak mempunyai median jalan di Simpang Gayam dan simpang mempunyai median jalan di Simpang Wirobrajan. Pelanggaran marka jalan yang menjadi tujuan penelitian tentang bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan mikrosimulasi lalu lintas dengan Vissim untuk didapatkan analisis kinerja simpang yang berupa tundaan dan panjang antrian akibat pelanggaran marka jalan. Data primer dikumpulkan dengan melakukan survei langsung di lapangan untuk mendapatkan volume kondisi eksisting periode jam puncak yang akan menjadi acuan analisis kinerja simpang. Dari analisis kinerja tundaan antara Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan, didapatkan selisih waktu di lengan selatan sebesar 51,52 detik, lengan barat 16,54 detik, lengan utara 107,14 detik, lengan timur 72,66 detik. Kemudian dari analisis panjang antrian antara Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan, didapatkan selisih panjang antrian di lengan selatan sebesar 19,25 meter, lengan barat 55,34 meter, lengan utara 34,60 meter, lengan timur 16,30 meter.
Copyrights © 2021