Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Vol 13, No 1 (2021): (Mei) 2021

ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN EKOWISATA BAHARI DI TANJUNG WAEROLE DAN NUSATELU

Achmad Jais Elly (Universita Pattimura)
Alex SW Retraubun (Universitas Pattimura)
Dicky Sahetapy (Universitas Pattimura)
Renold Papilaya (Universitas Pattimura)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2021

Abstract

Dalam perumusan penentuan kawasan ekowisata bahari perlu digunakan analisis kesesuaian secara spasial khususnya parameter-parameter hidrooseanografi atau ekologi (parameter biologi dan fisik) dalam penentuan lokasi kawasan wisata. Tanjung Waerole dan Nusatelu memiliki potensi pariwisata yang ditetapkan melalui RZWP3K dan telah dimanfaatkan sehingga diperlukan pengelolannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian Tanjung Waerole dan Nusatelu sebagai kawasan ekowisata bahari dilihat dari aspek ekologi di . Data dikumpulkan melalui proses pengamatan, pengukuran serta foto dan sensus bawah air. Analisis data menggunakan indeks kesesuaian wisata yang dianalisis secara spasial dengan menggunakan perangkat lunak Quantum GIS. Hasil Analisis yang dihasilkan menunjukkan bahwa kawasan Tanjung Waerole dan Nusatelu sangat sesuai untuk dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata bahari, diantaranya wisata pantai dengan potensi ekologis sebesar 968,05 m, kategori wisata snorkeling dengan potensi ekologis sebesar 0,07 Ha, kategori wisata diving/selam dengan potensi ekologis sebesar 0,14 Ha, kategori wisata pancing pantai dengan potensi ekologis sebesar 0,69 Ha, dan kategori wisata pancing perairan dengan potensi ekologis sebesar 34,97 Ha.In determining the marine ecotourism area, it is necessarily to use suitability analysis in spatial using hydroseanography parameter or ecology (biological and physical parameter) in determining the location of tourism area. Tanjung Waerole and Nusatelu have tourism potential which is determined through the RZWP3K and has been utilized so that management is needed. This research aimed to analyze the suitability of ecological side in Tanjung Waerole and Nusatelu as the areas of marine ecotourism. The data were collected through observation process, measurement, and underwater photography and census. The data analysis used tourism suitability index analyzed by spatial of Quantum GIS software. The result of analysis revealed that the areas of Tanjung Waerole and Nusatelu that suitable to be utilized as the marine ecotourism area are beach tourism with ecological potency around 968.05 m, snorkeling tour category with ecological potency 0.07 Ha, diving category with ecological potency 0.14 Ha, beach fishing with ecological potency 0.69 Ha, and water fishing with ecological potency 34, 97 Ha.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jkpi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Indonesian Fisheries Policy Journal present an analysis and synthesis of research results, information and ideas in marine and fisheries ...