Sejak tahun 2010-2013 produksi bandeng di Indonesia merupakan tertinggi di dunia. Produksi bandeng tertinggi di Indonesia yaitu di Sulawesi Selatan. Tetapi pertumbuhan produksi bandeng di provinsi tersebut dari tahun 2010-2012 mengalami penurunan dari 20,67% ke 2,75%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pelaku usaha budidaya bandeng masih kurang memaksimalkan variabel input untuk produksi bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, biaya benih, biaya pupuk dan obat-obatan, dan biaya tenaga kerja terhadap produksi bandeng, menganalisis Return to Scale, dan menganalisis skala ekonomis di provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013. Penelitian menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa luas lahan, biaya benih, biaya pupuk dan obat-obatan, dan biaya tenaga kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap produksi bandeng di Sulawesi Selatan tahun 2013. Usaha budidaya bandeng di Sulawesi Selatan tahun 2013 berada pada kondisi Increasing Return to Scale. Persentase rumah tangga yang berada pada kondisi skala ekonomis sebesar 69,53%.
Copyrights © 2021