Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Vol 10, No 2 (2021)

Relevansi Filsafat Dialektika Hegel pada Perang Diponegoro Tahun 1825-1830

Mohamad Wildan Syamsu Dluha (Universitas Negeri Malang)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2021

Abstract

Abstrak: Filsafat merupakan sebuah ilmu yang sering kita dengar dan merupakan salah satu ilmu yang paling dasar dalam kehidupan. Filsafat adalah seni bertanya terhadap sesuatu di dalam hidup. Pertanyaan yang diajukan oleh filsafat itu unik karena tujuannya tidak untuk mendapat jawaban tetapi untuk dapat digali lagi pertanyaan lain dari persoalan yang ditanyakan. Pemikiran filsafat beragam salah satunya adalah Filsafat Dialektika yang dicetuskan oleh Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perstiwa Perang Diponegoro memiliki relevansi dengan filsafat dialektika Hegel. Hal ini tercermin dari adanya unsur tesis, sintesis dan antitesi dalam peristiwa tersebut. Kepentingan yang diterapkan Belanda menimbulkan perlawanan kerajaan. Perlawanan tersebut merupakan respon rakyat terhadap kebijakan yang tidak tepat. Kondisi tersebut disebut tesis. Konflik ini melahirkan pula taktik strategi perlawanan yang kemudian disebut antitesis.Kata Kunci: Filsafat, Dialektika, Hegel, Perang Diponegoro.Abstract: Philosophy is a science that we often hear and is one of the most basic sciences in life. Philosophy is the art of asking questions in life. The question posed by philosophy is unique because the aim is not to get an answer but to be able to explore other questions from the problem being asked. Various philosophical thoughts, one of which is the Dialectical Philosophy which was initiated by Georg Wilhelm Friedrich Hegel. This study uses a historical method consisting of heuristic stages, source criticism, interpretation and historiography. The results of the research show that the events of the Diponegoro War have relevance to Hegel's dialectical philosophy. This is reflected in the existence of thesis, synthesis and antithesis elements in the event. The interests of the Dutch led to royal resistance. The resistance is the people's response to inappropriate policies. This condition is called a thesis. This conflict also gave birth to a strategy of resistance tactics which was later called antithesis. KataKeywords: Philosophy, Dialectics, Hegel, Diponegoro War.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

criksetra

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, (P-ISSN: 1978-8673 dan E-ISSN: 2656-9620) merupakan jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Sriwijaya yang mempublikasikan hasil penelitian Pendidikan Sejarah, Kajian Ilmu Sejarah dan Ilmu Sosial Budaya dalam Pendidikan Sejarah. Jurnal ini ...