PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. dalam lima tahun melakukan empat kali pergantian posisi Direktur Utama. Pergantian tersebut memungkinkan untuk memunculkan keinginan karyawan untuk pergi meninggalkan perusahaan. Pelaksanaan restrukturisasi pada pucuk pimpinan berkali-kali dalam jangka waktu yang relatif singkat menghasilkan kualitas hubungan atasan dan bawahan yang terjalin dengan tidak sempurna dan diprediksi dapat menurunkan kerelaan bekerja dari karyawan mereka. Kondisi pendekatan dua arah antara pemimpin dan karyawan di PT Semen Indonesia dapat dianalisa dengan baik mampu berpengaruh pada keinginan untuk meninggalkan perusahaan dan keinginan untuk bekerja lebih melalui variabel mediator berupa pekerjaan yang bermakna. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan data hasil pengisian responden dengan kuesioner berupa google form dari 79 karyawan. Berdasarkan hasil analisa data statistik, pendekatan dua arah antara pemimpin dan karyawan berpengaruh positif terhadap pekerjaan yang bermakna namun negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap keinginan pergi dari perusahaan. Pendekatan dua arah antara pemimpin dan karyawan berpengaruh positif terhadap kerealaan dari karyawan untuk bekerja lebih. Pekerjaan bermakna memiliki pengaruh negatif terhadap keinginan untuk pergi dari perusahaan akan tetapi positif terhadap keinginan untuk bekerja lebih. Pekerjaan yang bermakna dapat memediasi hubungan antara pendekatan dua arah antara pemimpin dan karyawan terhadap keinginan untuk pergi dari perusahaan. Pekerjaan yang bermakna tidak dapat memediasi hubungan antara pendekatan dua arah antara pemimpin dan karyawan dengan keinginan untuk bekerja lebih. Pada dasarnya karyawan cenderung kuat pada keinginan untuk bekerja lebih dan tidak ingin pergi meninggalkan perusahaan karena mereka memaknai lebih terhadap pekerjaan yang telah mereka lakukan.
Copyrights © 2021