Islam sebagai agama yang syamil (menyeluruh) dan kamil (sempurna) merupakan agama yang multidimensi, yang dapat dikaji dari berbagai aspek baik dari tinjauan sosial-kultural maupun dari aspek doktrin. Untuk dapat memahami berbagai dimensi ajaran Islam tersebut, dibutuhkan ragam pendekatan yang digali dari berbagai disiplin ilmu. Salah satunya adalah pendekatan filosofis, yang berusaha mencari penjelasan dari konsep-konsep ajaran agamadengan cara memeriksa dan menemukan sistem nalar yang dapat dipahami manusia, serta memberikan tawaran solusi dan pemecahan masalah dengan metode analitis-kritis dan analisis-spekultatif. Salah satu tokoh yang menggagas pendekatan filosofis dalam mengkaji Islam adalah Harun Nasution dengan pemikirannya tentang teologi rasional. Di dalamnya terlihat model pemikiran Harun dalam memahami Islam, yaitu Pertama, demitologisasi sumber-sumber primer Islam, al-Qur’an dan hadis. Di sini Harun membedakan mana wilayah absolut (qath’i) dan mana yang relatif (zhanni). Kedua, dialog antara teks suci dengan realitas zaman. Prinsip dasar pemikiran harus mengarah kepada ide kemajuan, karena dinamika pengetahuan selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Ketiga, perlawanan entitas secara oposisi biner antara rasional dan tradisional.
Copyrights © 2019