Artikel ini ditulis bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan pemahaman jerih payah guru di sekolah dan dayah salafiyah. Fokus permasalahan yaitu; Apakah guru di dayah salafiyah ada diberikan insentif (jerih payah)? Bagaimanakah pemahaman guru dayah terhadap jerih payah? Kenapa berbeda pemahaman jerih payah guru-guru di sekolah pada umumnya? Penelitian ini dibahas dalam kerangka konseptual, yaitu peneliti mengulas pemahaman guru dayah terhadap insentif berdasarkan penjelasan informan, kemudian dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman jerih payah guru di sekolah dan dayah salafiyah. Guru di sekolah diberikan insentif (gaji) dari pemerintah atas kinerja mereka sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Adapun guru di dayah salafiyah tidak diberikan jerih payah atas kerja mereka namun tetap bekerja dengan ikhlas. Guru dayah salafiyah berharap setelah tamat dari dayah kelak akan diberikan kelas untuk mengajar, dan mereka tidak mengharapkan insentif. Pemahaman seperti ini sudah menjadi tradisi di dayah salafiyah, dan dipengaruhi juga oleh kitab-kitab klasik yang diajarkan.
Copyrights © 2019