Di Kota Medan banyak terdapat bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid Al Osmani, yang berfungsi sebagai tempat beribadah umat muslim sejak zaman kesultanan Melayu Deli pada abad ke-19 dan juga sebagai tempat pertemuan Sultan dengan rakyatnya. Bangunan Masjid Al Osmani memiliki arsitektur yang unik perpaduan dari budaya China, Eropa, India, Timur Tengah dan Melayu Deli. Seperti pintu masjid berornamen China, ukiran relief pada pilar bangunan bernuansa Eropa, kubah mencirikan nuansa India, serta tampilan kaligrafi mencirikan nuansa Timur Tengah dan ornamen Melayu Deli. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dan pendekatan estetika. Pendekatan sejarah akan menyangkut pembahasan tentang sejarah bangunan Masjid Al Osmani dan perkembangan fungsi bangunan sejak didirikan hingga sampai sekarang. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentuk ornamen pada bangunan Masjid Al Osmani, bagaimana bentuk ornamen dan bangunan Masjid Al Osmani tersebut terbentuk sehingga memiliki ciri khas dan dapat menarik perhatian publik?. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa bangunan Masjid Al Osmani tidak seutuhnya bercirikan budaya Melayu Deli tetapi juga memiliki alkulturasi estetika bentuk dari kebudayaan China, Eropa, India dan Timur Tengah.
Copyrights © 2020