Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep budaya batak pada masyarakat dalam film Mursala serta mengungkap pandangan masyarakat khususnya masyarakat batak terhadap film Mursala karya Viva Westi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. Kerangka teoritis dibangun berdasarkan data yang di dapat dari lapangan kemudian disesuaikan dengan objek penelitian yaitu film Mursala. Untuk melihat kesesuaian antara realitas yang ada pada masyarakat maka digunakan teori Semiotika Roland Barthes yang mengungkap berdasarkan penanda, petanda dan mitos serta teori resepsi Hans Robert Jauss dam Wolfgang Iser untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap film Mursala. Hasil yang diperoleh dalam penelitian bahwa terdapat mitos-mitos pada masyarakat Batak sehingga membuat masyarakat tersebut mengikuti tradisinya. Konsep budaya dimunculkan dalam film Mursala melalui penanda dan petanda dan membentuk mitos yang bermakna pewarisan tradisi. Tradisi tersebut menggambarkan sistem kekerabatan pada masyarakat Batak yaitu Dalihan Na Tolu. Kekerabatan tersebut seperti larangan menikah semarga pada masyarakat Batak dan telah diwariskan secara turun temurun.
Copyrights © 2020